Featured Insights
Share

Featured Insights

Creating an Investment Environment for Indonesia’s Smelters

Bahasa Indonesia​ translation

Smelting in Indonesia has been an ongoing and long-running debate that has put legislators and the industry at odds since the mining regulation was released in 2009.

Fully finishing products through smelting can and should be realized in resource-rich countries, like Indonesia, as a long-term industry that has the potential to unlock significant value-add for the industry, government and Indonesian people.

By increasing the number of new smelters, Indonesia would be well-placed to reap the benefits from smelting ores such as its copper, nickel, gold, bauxite and silver, which not only carry a higher value after processing but can also be used locally to fabricate into other finished products, giving the finished product industry an opportunity to develop as well.

 

Business-Friendly Investment

However, the full cycle mining extraction to market industry and the chain of production required need to be in place before further developing the related industries. The challenge facing both the government, which needs to attract further investment in the resource sector, and the mining industry, which wants to invest in Indonesia, is how to develop the appropriate environment to invest in.

This requires developing appropriate regulations and project permitting protocols that would result in a business-friendly investment environment, and adequate and available infrastructure that supports the overall industry needs. These factors combined would help to turn the various potential mining opportunities into feasible and bankable mine projects, which would in turn attract the needed foreign investment and involvement in developing Indonesia’s metal resource industry further.

The government’s role in providing that business-friendly investment environment with regulation certainty and consistency is critical as the investments in smelters are long-term ventures.

A smelting operation, depending on the industry, will vary and is typically viewed for bankable feasibility at 25 to 30 years.

 

Subject Matter Experts
Peter Ferrigno: Peterf@corpconsult.com
Hartanto: HartantoH@bv.com

 

Contact us to learn more about what we can do for you.

Membangun iklim investasi untuk smelter di Indonesia

Smelting di Indonesia telah menjadi perdebatan yang masih berlangsung dan telah berjalan cukup lama sehingga menempatkan legislator dan industri pada posisi yang sulit semenjak peraturan tentang pertambangan dikeluarkan pada tahun 2009.

Produk-produk jadi melalui proses smelting seharusnya dapat dihasilkan  di Indonesia, yang merupakan negara kaya akan sumber daya alam dan sebagai industri jangka panjang yang memiliki potensi untuk memberikan nilai tambah bagi industri, pemerintah dan masyarakat Indonesia.

Seiring dengan bertambahnya jumlah smelter yang baru, Indonesia memiliki posisi yang baik untuk menuai keuntungan dari proses peleburan bijih seperti tembaga, nikel, emas, bauksit, dan perak, yang  tidak hanya memiliki nilai lebih tinggi setelah proses pengolahan  tetapi juga bisa digunakan oleh industri lokal untuk diolah menjadi produk jadi lainnya sehingga memberikan kesempatan industri produk jadi untuk lebih berkembang.

Namun demikian, seluruh siklus mulai dari proses ekstraksi penambangan hingga ke industri pemasaran dan rantai produksi yang dibutuhkan harus sudah dipersiapkan terlebih dahulu sebelum pengembangkan lebih lanjut industri terkait. Tantangan yang dihadapi oleh kedua pihak baik oleh pemerintah yang perlu menarik investasi di sektor sumber daya alam, maupun oleh industri pertambangan yang ingin berinvestasi di Indonesia adalah bagaimana membangun lingkungan yang tepat untuk investasi.

Hal ini memerlukan pengembangan regulasi serta protokol perizinan proyek yang diharapkan dapat memberikan iklim investasi bisnis yang ramah, serta ketersediaan infrastruktur yang memadai untuk mendukung kebutuhan industri secara keseluruhan. Faktor-faktor ini tentunya akan membantu merealisasikan berbagai potensi industri pertambangan yang ada menjadi proyek-proyek pertambangan yang layak dan menguntungkan, sehingga nantinya dapat menarik investasi dan keterlibatan luar negeri yang dibutuhkan dalam membangun industri logam Indonesia kedepannya.

Peran pemerintah dalam menyediakan lingkungan investasi bisnis yang ramah disertai dengan kepastian dan konsistensi regulasi adalah sangat penting, mengingat investasi untuk smelter merupakan usaha jangka panjang.

Operasi sebuah smelter akan bervariasi tergantung dari industrinya, biasanya akan memiliki kelayakan keuntungan ekonomis pada 25 hingga 30 tahun.

 

Pembicara Ahli
Peter Ferrigno: Peterf@corpconsult.com
Hartanto: HartantoH@bv.com

@black_veatch