Featured Insights
Share

Featured Insights

Microgrids Bring Sustainable Solutions for Mine Operators in Indonesia

Bahasa Indonesia translation

Subject Matter Experts: Sherri Jett and Eka Linwood

Mining operators in Indonesia, once wary about the reliability of renewable energy, are quickly recognizing that microgrid systems can mitigate grid blackouts, while reducing fuel costs, effectively accommodating environmental constraints, scalability and operational needs.

A microgrid is a small-scale electrical grid with its own power system that can operate separate from or alongside the electric grid.

With Indonesia’s limited and scattered infrastructure, there is a high percentage of mines without reliable grid connection.

“Integrating renewable energy into the mining operation in the form of microgrids can meet peak and off-peak demands more reliably while meeting environmental and sustainability targets,” said Sherri Jett, project manager for Black & Veatch.

Black & Veatch constructed a microgrid to power the company’s Innovation Pavilion at its World Headquarters in Overland Park, Kansas, to provide clients with the latest information, research and technologies concerning the emerging microgrid market. Fully commissioned in 2015, Black & Veatch’s microgrid uses solar, natural gas and battery energy storage.

Historically in Indonesia, diesel-based generation has been the go-to technology to generate electricity on mining projects due to the ease of installing diesel generators and their relatively low Capital Expenses (CapEx).

However, this benefit is offset by the price of diesel which is directly related to highly volatile oil prices, resulting in very high Operational Expenses (OpEx). 

“In addition to the price volatility, mining companies also face the high cost of transporting diesel,” explained Jett.

Now, with the declining cost of solar PV, wind, and battery energy storage, incorporating these resources with conventional diesel or coal generation can improve power quality while lowering the cost of energy for the mine. 

 

Finding the Balance

For a commercially viable implementation of renewable energy, it is critical to understand mine life, and logistical demands while accurately estimating energy input costs. Microgrids with mixed energy solutions can make lower operating costs a reality through the use of renewable energy that reduces power costs over the mine’s life.

In addition to meeting environmental targets, renewable energy’s quick installation, modularized supply and battery storage can also potentially offset the initial higher CapEx outlay when compared to traditional power generation technology delivering on lower costs per ton produced. Black & Veatch’s Power and Mining teams in Indonesia are experienced in supporting mining operators with both long and short mine lives to realize savings through cost reductions as well as going green.

 

Contact us to learn more about what we can do for you.

Mikrogrid Membawa Solusi Berkelanjutan bagi Operator Operator Pertambangan di Indonesia

Narasumber ahli: Sherri Jet dan Eka Linwood

Operator operator tambang di Indonesia, yang mulanya sempat khawatir dengan keandalan energi terbarukan,  kini semakin mengakui bahwa sistem mikrogrid dapat diandalkan di saat jaringan listrik padam, seraya mengurangi biaya bahan bakar, sehingga dapat memenuhi tuntutan dalam menjaga lingkungan hidup, yang dapat disesuaikan dengan ukuran proyek dan kebutuhan operasional lainnya.

Mikrogrid merupakan jaringan listrik berskala kecil dengan sistem pembangkit mandiri yang dapat dioperasikan terpisah maupun bersamaan dengan jaringan listrik yang tersedia.

Dengan keterbatasan dan tidak meratanya infrastruktur yang dimiliki Indonesia, terdapat sejumlah besar pertambangan yang tidak memiliki dukungan jaringan listrik yang dapat diandalkan.  

“Mengintegrasikan energi terbarukan dalam bentuk mikrogrid ke dalam operasional pertambangan dapat memenuhi kebutuhan listrik pada saat beban puncak ataupun normal dengan lebih baik, dimana ini sekaligus memenuhi target untuk lingkungan hidup dan keberlanjutan operasi,” kata Sherri Jet, Project Manager Black & Veatch.

Black & Veatch telah membangun mikrogrid untuk mengoperasikan Innovation Pavilion  pada kantor pusat perusahaan di Overland Park, Kansas, untuk memberikan informasi, hasil riset dan teknologi terkini bagi klien terkait dengan pasar mikrogrid yang semakin berkembang. Beroperasi secara komersial pada tahun 2015, mikrogrid yang dikembangkan oleh Black & Veatch menggunakan sumber energi dari tenaga surya, gas alam dan baterai penyimpanan energi.

Di Indonesia, secara historis pembangkit berbasis diesel merupakan teknologi yang paling banyak digunakan untuk menghasilkan listrik bagi proyek pertambangan, hal ini dikarenakan generator diesel mudah untuk dipasang dan biaya investasinya (CapEx) yang juga relatif rendah.

Namun, manfaat investasi ini terhapus dengan harga solar yang secara langsung dipengaruhi oleh harga minyak yang sangat fluktuatif, sehingga menghasilkan biaya operasional (OpEx) yang sangat tinggi.

"Selain harga yang fluktuatif, perusahaan pertambangan juga menghadapi tingginya biaya transportasi solar," jelas Jett.

Kini, dengan semakin murahnya biaya panel surya, angin dan baterai penyimpanan energi, dan memadukan semua sumber energi ini dengan pembangkit listrik konvensional bertenaga diesel dan batu bara dapat meningkatkan kualitas daya sekaligus mengurangi biaya energi bagi pertambangan.

 

Menemukan Keseimbangan

Untuk dapat mengimplementasi energi terbarukan agar layak beroperasi secara komersial, sangat penting untuk memahami operasional pertambangan, dan tuntutan logistik seraya memperhitungkan biaya masukan energi dengan akurat. Mikrogrid dengan solusi kombinasi energi dapat merealisasikan efisiensi biaya operasi melalui penggunaan energi terbarukan yang dapat mengurangi biaya listrik selama masa operasi.

Selain memenuhi tuntutan lingkungan, instalasi yang cepat energi terbarukan, penyimpanan pasokan dan baterai dalam sistem modul juga berpotensi mengurangi pengeluaran investasi awal (CapEx) yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan teknologi pembangkit listrik tradisional, sehingga menghasilkan biaya per-ton yang lebih rendah. Tim Kelistrikan dan Pertambangan Black & Veatch di Indonesia berpengalaman dalam mendukung operasional jangka panjang dan pendek para operator tambang dalam mewujudkan penghematan melalui pengurangan biaya dan juga dengan konsep ramah lingkungan.

@black_veatch